Surat Untuk Pasanganku

Surat Untuk Pasanganku - Padamu yang Allah pilihkan untukku. Ingin ku beri tahu padamu, aku hidup dan besar dari keluarga bahagia orang tua yang begitu sempurna dengan cinta yang begitu membuncah.

Aku dibesarkan dengan limpahan kasih yang tak terhingga, maka padamu ku katakan saat Allah memilihmu dalam hidupku, maka saat itu aku berharap kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku memperlakukanku dengan sayang yang begitu indah.

Padamu yang Allah pilihkan untukku. Ketahuilah aku hanya perempuan biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku. Aku bukanlah perempuan sempurna seperti yang mungkin kamu harapkan.



Maka ketika Dia memilihmu untukku, saat itu Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu dan aku tahu, kamu pun bukanlah laki-laki yang sempurna dan aku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu karena kita adalah satu.

Aibmu adalah aibku dan indahmu adalah indahku. Kini, kamu dan aku telah menjelma menjadi “KITA”.

Padamu yang Allah pilihkan untukku. Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dengan ilmu dan tarbiyah, membentukku menjadi perempuan yang mencintai Rabbnya.

Maka ketika Dia memilihmu untukku, maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kamupun telah menempa dirimu dengan ilmuNya.

Abuya, gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita. Itulah visi pernikahan kita, yakni hanya beribadah pada-Nya ta’ala.

Padamu yang Allah tetapkan sebagai nahkodaku. Ingatlah aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah. Maka, ketahuilah Saat itu Dia menghendaki kamu menasihatiku dengan hikmah, sungguh hatiku tetaplah perempuan yang lemah pada kelembutan. Namun jangan kamu coba meluruskanku, karena aku akan patah tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah. Abuya, tatap mataku, tersenyumlah tenangkan aku dengan genggaman tanganmu dan nasihati aku dengan bijak dan hikmah niscaya, kamu akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu Maka ketika itu, kamu kembali memiliki hatiku.

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku. Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kamu lontarkan, maka di mataku kamu adalah yang terindah, kata-katamu adalah titah untukku, selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu. Maka jika kamu berkenan ku meminta jadilah hunian yang indah, yang kokoh, yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya.

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku. Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita, insyaAllah. Maka didiklah mereka menjadi generasi yang dirindukan jannah, yang di pundaknya akan diisi dengan amanah-amanah dakwah, dimana dalam ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad, dalam darahnya mengalir darah syuhada, dan…

Aku yakin dari tanganmu yang penuh berkah, kamu mampu membentuk mereka, dengan hatimu yang penuh cinta, kamu mampu merengkuh hati mereka, dan percayalah bahwasanya aku akan selalu membangun cinta karenaNya padamu.

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku, ku memohon padamu ridholah padaku, sungguh ridhomu adalah ridho Ilahi Rabbi. Abuya, mudahkanlah jalanku ke JannahNya, karena bagiku kamu adalah kunci Jannahku.

Depok, 30/11/2015
Untukmu, abuya…

0 Response to "Surat Untuk Pasanganku"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel