Sungguh Murahnya Mahkota Itu "Randa"

Obat hati itu sungguhlah mahal harganya. Dokter mana yang bisa menyembuhkan penyakit?.  jika penyakit itu sama sekali tidak dapat di diagnosa.  Bicara mengenai hati, sangatlah rentan dengan perasaan. Maka, tulisan ini hadir dengan mengharapkan secercah cahaya untuk menerangi “Rasa” itu.. sungguh dibuat karena cinta penulis yang dalam...
……………………………
Adikku, kakakku,, semua yang ada pada dirimu adalah mahkota yang amat mahal harganya,, sungguh amat mahal.. perhiasan mana yang dapat mengimbangi akan keindahan mahkotamu?? Namun Keindahan itu tidaklah semata-mata membuatmu diatas segala-galanya.. mahkota itu akan lebih bernilai harganya jika kita benar-benar memahami bagaimana ia harus digunakan. Sungguh banyak mahkota diluar sana yang tidak mengenal akan nilai dan keistimewaannya, hingga hanya berserakan tanpa ada yang menjaganya.. 
Mahkota itu begitu mahal harganya, janganlah kau campakkan ia pada pasar yang hanya menurunkan harga dan kualitasnya.. jagalah ia dengan kesucian yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang pantas akan mahkota itu, begitulah kemurnian indahnya mahkota. Serius amat bacanya… 

……………………….
 Kita memang punya gaya hidup sendiri-sendiri, kita juga memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Namun tetaplah ayat-Nya menjadi pedoman dalam bersikap. Semua sudah jelas tersirat dan tersurat dalam ayat-ayat-Nya, maka pedoman mana lagi yang akan menjadi referensi kita.. tidakkah sudah jelas mana yang Hak dan mana yang Batil?? Tidakkah kita juga sudah tau mana yang halal dan mana yang haram??  lantas tidakkah semua itu sudah cukup… 
Dewasa ini, hantaman budaya barat begitu merasuki urat nadi kita. Mulai dari cara berpakaian, cara berhubungan/berkomunikasi dengan sesama jenis, dan sebagian besar rutinitas kita sehari-hari yang menjadi kiblatnya adalah budaya luar.
Akhlak kita ternodai atas ketidaktahuan kita akan ilmu. Semua tampak sederhana dan biasa-biasa saja, tanpa sedikitpun kita merasa terbebani melakukannya. 
…………………………..
Adikku,kakakku,, kenapa begitu beraninya kau pertontonkan semua yang seharusnya tidak untuk dipertontonkan itu??,, kenapa begitu mudahnya kau memberikan pengorbanan, yang itu sama sekali bukan menjadi haknya?? 
Dengan sikapmu yang seperti itu, sungguh  mahkota itu tidak ada lagi harganya… sangat murahhh. Dengan mudahnya kau teteskan air mata hanya untuk orang yang akan membawamu kepada panasnya api neraka. Tidakkah sadar akan semua itu?? 
Adikku, kakakku.. kau adalah perhiasan terbaik bagi setiap kaum adam, namun dengan begitu, bukan berarti kau harus mempertontonkan semua keindahanmu, apalagi sampai memberikannya hanya atas nama cinta semu…
Lantas masih layakkah gelar perhiasan terbaik itu disandangkan kepada mereka-mereka, yang hanya memberikan secara terang-terangan kepada setiap laki-laki yang itu belum halal baginya??
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS al-Ahzab [33]: 59).
Perintah itu sungguh sudah jelas.. tidakkah engkau ingin menjadi bagian orang-orang yang kelak melihat suatu tempat yang dibawahnya mengalir sungai-sungai?
………………………
Maka dengan begitu, sungguh yang menjadikan mahkota itu menjadi tidak bernilai adalah karena tangan kita sendiri,yang disebabkan dangkalnya ilmu agama. Memberikan keistimewaan pada mahkota itu bukanlah sekedar perintah belaka yang menjadikan kita berat melaksanakannya..
Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR Abu Dawud).


Adikku, kakakku, banyak yang bisa dijadikan contoh untuk melakukan kebaikan, sabarlah dalam berbuat kebaikan,, menjadikan mahkota itu bernilai hanyalah dengan ilmu agama yang kau miliki, bukan budaya ala barat yang menjadi teladan bagi setiap kaum muslimah..

Salam
Dwi Randa Ariga

2 Responses to "Sungguh Murahnya Mahkota Itu "Randa""

  1. Min, gimana caranya biar tulisan kita nendang??? Kayak tendangan dari langit.. Ckckc

    BalasHapus
  2. Min, gimana caranya biar tulisan kita nendang??? Kayak tendangan dari langit.. Ckckc

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel