“Sudah Baik tapi Kok di Jahati”


Aku percaya bahwa setiap perbuatan baik pasti akan kembali lagi ke kita, bahkan akan dilipatgandakan. Maka jangan berhenti berbuat baik ke siapa saja, kepada apa saja.

Ya, bahkan berbuat baiklah meski pada orang yang tindakannya jahat pada kita. Berbuat baiklah meski pada orang yang tak kita kenal. Jangan berbuat baik ke satu orang, lalu mengharap orang itu juga baik pada kita, karena itu belum tentu dan tidak selalu demikian, sebab hukum bahwa kebaikan yang kita lakukan akan kembali lagi pada kita, itu melibatkan seluruh alam semesta. Tak hanya berlaku pada pemberi dan penerima.

Misalnya saat kita memberi uang pada peminta-minta, kita tentu tidak mengharap peminta-minta itu mengembalikan lagi apa yang pernah kita beri ke dia, senilai sama atau malah lebih berlipat ganda, iya kan?

Seringkali kita sakit hati ketika baik ke orang lain tapi malah lalu dijahati. Padahal kita tidak rugi sama sekali karena sudah berbuat baik. Yang memberi, pasti akan dapat kembali. Tapi interaksinya bukan bolak-balik satu arah. Bukan hanya berlaku antara pemberi dan pemerima. Oleh karena perbuatan baik itu dirasa oleh dunia, sebab dunia ini meliputi alam semesta dan isinya, dan yang berarti tidak hanya berisi kita dan orang itu saja.

Hanya saja kita yang sering lupa. Lantas seringkali jika memperlakukan orang lain dengan baik maka menuntut balasan dengan sikap yang sama dari orang yang sama. Makanya kita sering sakit hati ketika memperlakukan orang lain dengan baik lalu tidak mendapat perlakuan yang serupa. Hmmmm, padahal, padahal… memang belum tentu bisa demikian.


Maka, berlapang dadalah dan tak perlu sakit hati bila kita berbuat baik pada seseorang tapi kemudian kita malah lalu dijahati. Sesungguhnya kita tidak merugi. Berbuat baik tidak pernah mejadikan kita rugi.



Kembali lagi…

Oleh karena, setiap perbuatan baik pastinya akan kembali ke kita. Bahkan akan dilipat gandakan. Perbuatan baik akan dirasa oleh dunia. Yang tak hanya berisi si pemberi dan penerima. Yang isinya mencakup seluruh alam semesta. Maka, jangan berhenti berbuat baik ke siapa saja, apa saja. Meski balasannya tak selalu datang dari penerima yang sama.

0 Response to "“Sudah Baik tapi Kok di Jahati”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel