Siapa Yang Bilang Pacaran itu Haram ''Randa''


Setelah saya menerbitkan tulisan ini nanti, saya yakin akan banyak yang berkomentar, kok pacaran disebut tidak haram. Sekian banyak buku yang membahas tentang pacaran, tidak ada satupun tulisan yang mengatakan bahwa pacaran itu halal. Maka pada tulisan ini, saya yang akan mengatakan bahwa “pacaran itu halal”,, justru harus dan wajib dilakukan.
Siapa yang tak kenal dengan “pacaran” ?? saya yakin semua akan menganggukkan kepala.. udahhh ngangguk aja !!..  Artinya anda faham dengan pacaran tersebut. Minimal anda sendiri pernah atau masih menjalankan kegiatan pacaran ini.  Saya tidak ingin mendiskriminasi anda-anda yang sedang berpacaran. Justru saya akan coba menyampaikan argumen kepada orang-orang yang menyanggah bahwa pacaran itu haram… yang sedang pacaran, nikmatilah proses itu dengan ketulusan dan rasa bahagia. Nah bagi yang belum, segeralah untuk “berpacaran”
……………………………..
Coba kita lihat rumusan pacaran berikut.
Pacaran = Hubungan dua insan (laki-laki dan wanita) =berkasih sayang

Baik, dari rumusan diatas dapat dilihat bahwa pacaran itu bertujuan untuk berkasih sayang yang dilakukan oleh dua insan, laki-laki dan wanita. Lantas status Haramnya dimana??.. Maka disini saya coba meluruskan informasi yang dirasa keliru dilingkungan masyarakat kita. Sebenarnya belum ada kajian atau penelitian ilmiah mengenai status pecaran ini seperti apa. Sebagian mengharamkan, sebagian malah sangat menganjurkan.. mulai pusing ya..?? haha
……………………..
Baik saya akan coba merasionalkan pacaran yang banyak di kenal dilingkungan masyarakat kita, terutama dikalangan remaja.  
Jika saya boleh membagi, maka pacaran ini terbagi kedalam dua golongan. Pacaran golongan Kiri dan pacarangolongan Kanan.
nah dari pembagian ini, sudah kelihatan kan maksudnya?? Masih bingung juga ya….
Begini.. saya coba membantu untuk merumuskan bagaimana perpekstif pacaran menurut golongan kiri dan pacaran menurut golongan kanan 
Mari kita belajar lewat rumus lagi. Rumus berikut menjelaskan bagaimana prosedur pacaran yang umum dan banyak dilakukan pada remaja kita. 

Pacaran = Hubungan dua insan (laki-laki dan wanita) = Berkasih Sayang = Belum Nikah = Maksiat = Haram

Nah, rumusan inilah yang banyak digunakan oleh pakar-pakar yang ahli dalam bidang perpacaran. Pantas saja para penulis berkata haram akan Pacaran” …. Menurut saya kalau kita menggunakan rumus ini, sudah biasa dan tidak zamannya lagi.. kata Dosen saya “Pacaran” dengan cara ini sudah kadaluwarsa/ Expired/ Basi… udah gak layak terbit lagi. Lantas, ibarat makanan atau minuman tentu kita tidak ingin mengkonsumsi yang sudah basi toh. Wajar jika kita sering sakit perut, bahkan terserang virus. Maka dengan begitu jika kita menggunakan rumusan ini, maka statusnya adalah HARAM
…………………………………….
Nah, saya akan menjelaskan bagaimana “Pacaran” yang saya sebut Golongan Kanan… maka rumusannya adalah:

Pacaran = Hubungan dua insan (laki-laki dan wanita) Sudah Nikah = Berkasih sayang = Punya Keturunan = Ibadah = Dapat Pahala lagi = Halallan Thaiyiban

Rumus inilah yang saya maksudkan pada awal pembahasan diatas. Rumusan ini pula yang menguatkan bahwa “pacaran” itu memang halal. Pacaran itu akan halal jika dilakukan dengan cara-cara yang halal pula, yaitu setelah menikah. Maka tidak ada alasan untuk mengharamkan pacaran setelah menikah. 
Namun sayangnya paradigma yang beredar di masyarakat kita selama ini adalah melakukan pacaran itu sebelum menikah. Dengan alasan untuk mencari kecocokan, yang pada akhirnya bermuara kepada maksiat. Kalaupun niatan nya untuk mengenal sebelum menikah, maka lakukanlah ta’aruf sesuia syr’i-nya. dan jangan jadikan ta’aruf sebagai modus untuk melakukan kemaksiatan.
Aku kan Cuma ta’aruf sama dia !!… (tapi hampir setiap saat berduaan), itu mah artinya ta’aruf yang keliru. 
………………………………..
Nah pilih pacaran Golongan kiri atau pacaran golongan kanan???
Saya pribadi menilai, pacaran menurut agama yaitu hubungan kasih sayang, bermanja-manjaan dan sebagainya, hanya dilakukan setelah halal yaitu dengan cara menikah dulu.. 
“dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka (Al- Baqarah :187)

Ayat berikut ini juga menjelaskan nikmatnya pacaran setelah menikah.

“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki” 
(Al- Baqrah :223)

Lantas masih menolakkah kalau pacaran itu Halal??
Selama ini kita disuguhkan dengan persepsi bahwa pacaran itu harus dilakukan sebelum menikah. Jelas jika kita melakukannya, maka HARAMLAH jadinya.  Padahal pacaran itu sendiri hakikatnya adalah untuk berkasih sayang. Nah berkasih sayang ini hanya boleh dilakukan setelah kedua insan ini menjadi halal dengan cara menikah terlebih dahulu.
Maka jika merasa belum siap untuk berkasih sayang, maka bukan pacaran yang menjadi solusi.
“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian memiliki kemampuan (ba’ah), maka menikahlah. Kerena, itu akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa. Kerena, itu merupakan perisai baginya. (HR Muslim 3464)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (Ar-Rum:21)
Oleh sebab itu, bagi yang ingin menunaikan pacaran, maka bersegeralah tunaikan niat baik itu. Segera pinang dia yang menjadi impianmu. Temui orang tuanya dan tentukan hari baiknya. Jangan habiskan waktu hanya untuk mencari kepuasan semata, yang pada hakikatnya adalah menimbun dosa di pundak kita sendiri. 
Jika sudah waktunya, maka menunda bukan menjadi solusi. Karena pacaran adalah ibadah. Mudah-mudah tulisan ini bisa mengubah persepsi kita mengenai prosedur pacaran sesuai konteks nya. Sekali lagi saya katakan sebagai penutup, pacaran bertujuan untuk berkasih sayang, maka lakukan dengan cara yang halal.

Note: Tulisan yang saya Merahkan bermakna negatif
                                   

11 Responses to "Siapa Yang Bilang Pacaran itu Haram ''Randa''"

  1. Ehhh di masukin juga tulisanku...
    Mungkin sudah terlalu banyak dogma masalah pacaran..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas kiriman tulisannya. kami masih menerima tulisan Saudara Dwi Randa di kolom Inspirati..
      semangat menulis menebar kebaikan ☺

      Hapus
  2. Ehhh di masukin juga tulisanku...
    Mungkin sudah terlalu banyak dogma masalah pacaran..

    BalasHapus
  3. Ehhh di masukin juga tulisanku...
    Mungkin sudah terlalu banyak dogma masalah pacaran..

    BalasHapus
  4. Berikut adalah salah satu tulian oara pembaca. nah.. bagi kamu yang ingin tulisannya di ufdate di Seputar[ON] maka bisa kirimkan ke email kami.. terimakasih

    BalasHapus
  5. Ehhh di masukin juga tulisanku...
    Mungkin sudah terlalu banyak dogma masalah pacaran..

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. tulisannya keren.
    tapi ini jatohnya lucu atau gimana ya..
    soalnya ngak nyambung sam judulnya :)
    maaf ya..semoga lebih baik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas sarannya Gan.. semoga bisa menjadi perbaikan untuk para penulis..
      kami menunggu tulisan Gan Ady jika berkenan..

      Hapus
    2. Terkadang disitu saya bingungnya... Mau ngelucu atau seriusss.. Maklum amatiran... Hehehe

      Hapus
    3. Terkadang disitu saya bingungnya... Mau ngelucu atau seriusss.. Maklum amatiran... Hehehe

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel