Siapa Bilang Kesibukan Sebagai Mahasiswa Bikin IPK Kita Rendah ''Rulli''

SIAPA BILANG KESIBUKAN SEBAGAI MAHASISWA BIKIN IPK KITA RENDAH


ADK (Aktifis Dakwah Kampus) begitulah mereka menyebutkan seorang da’i penyebar dan membawa risalah di ranah kampus, sebagian orang berpendapat aktifis dakwah kampus merupakan organisasi yang membahas tentang mengaji, ceramah, berdakwah hingga disebut anak culun, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung, “walaahh kemana ini larinya.” Tapi dengan demikian kita belajar dan mendidik diri ini menjadi diri yang bermartabat dan merubah diri ke jalan yang lebih baik, memang sih, awal-awal masa kelam ku di bangku SMK yang katanya sekolah kandang harimau tidak akan jinak dimana pun berada, tetapi dengan menjadi aktifis dakwah kampus khususnya di kampus UNP (Universitas Negeri Padang) kini aku membiasakan diri sebagai seorang yang “yaa bisa dikatakan udah baik dari yang sebelumnya laah” meski masih banyak kekurangan disana sini tetapi tetap selalu berserah diri kepada Allah SWT. Amin yaa Rabbal Alamin.



Perkenalkan nama ku Rully Arifin, tahun masuk 2010 jurusan Teknik Otomotif D3 di Universitas Negeri Padang, telah wisuda pada tahun 2014 dan melanjutkan pendidikan S1 dengan mahasiswa transfer pada tahun yang sama, hingga sekarang, “hmm agak telat ya”, memang seperti itu lah perjalanan mahasiswa yang jenjang pendidikan nya bermulai dari D3, tetapi tidak perlu disesali semua akan ada hikmahnya.

Istilah kata ADK (Aktifis Dakwah Kampus) bermula aku mengenalnya saat aku menginjakkan kaki di wisma Asy-Syamil, wisma yang indah dan memiliki beraneka ragam kota kelahiran dan beraneka ragam bahasa, watak dan lakon, sangat senang sekali disana aku bertemu dengan satu angkatan ku yaitu, Ichsan, Panji, Sarwono, Sujarnoto, Satria, dan Tagor. Aku tertawa terbahak-bahak mendengar pembicaraan pertama kalinya yang terucap oleh teman-teman dari Padang Sidempuan, “bahasa apa itu? Kok aku baru mendengarnya.” Dengan tertawa. Setelah terbiasa dengan pembicaraan mereka aku mulai terbiasa, tetapi belum bisa memahami dengan baik.

Pada awalnya wisma dibenakku tempat dengan fasilitas mewah, perlengkapan serba ada kasur empuk dan sebagainya tetapi malah sebaiknya, bukan “sebaliknya ya,,....” wisma merupakan tempat dimana melakukan kebiasaan yang jarang dilakukan oleh pemuda saat ini menjadi melakukan pembiasaan keseharian dengan berjamaah dan diatur sebaik mungkin dalam menjaga waktu dan menghargai waktu. Wisma Asy-Syamil terletak di jalan sri gunting dan kebetulan pas didepan mesjid, dan shalat dimasjid tidak dapat dielakkan untuk shalat dirumah, wajib shalat di masjid.

Kebiasaan diwisma selalu diwarnai kebersamaan mulai dari makan bertalam atau mekan bersama dengan menggunakan talam, bagi yang tidak tau, tala mini istilah uutuk benda menyerupai piring berukuran besar dari seng dengan ukuran diameter 60 cm, tidak hanya itu setiap anggota wisma diharapkan membiasakan diri dengan shalat sunah lainnya agar dapat membiasakan diri dari hal-hal yang terkecil seperti shalat sunnah, puasa senin kamis, qiyamulail dan one day one juz, namun untuk membiasakan diri seperti itu tidaklah mudah, harus dengan berniat dan bertekad kuat untuk melaksanakannya dan pada intinya adalah keikhlasan dalam jiwa agar semua yang kita lakukan dapat dinilai oleh Allah dengan pahala.

Tidak hanya itu, rutinitas wisma lainnya adalah menghadiri acara rutin setiap hari kamis yang nama populernya yakni Ifthor Jama’i dengan dibarengi dengan berpuasa kamis dan sekaligus untuk berbuka bareng dengan teman-teman seperjuangan sewisma yang ada di lingkungan kampus di LDF masing-masing, memang kebiasaan tinggal diwisma selalu diatur dalam aturan wisma akan tetapi aturan itu adalah untuk diri sendiri terkhususnya untuk amal dan ibadah kita masing-masing. Dan dilanjutkan lagi yaitu pengajian tiap jum’at nya di Masjid Al-Madany yaitu pengajian yang dinamakan TASKIF, disini kami seluruh ikhwah dan akhwat terkhususnya sebagai aktifis dakwah kampus UNP di taklimatkan untuk mengikutinya guna untuk meningkatkan keilmuan dan pengetahuan dalam agama dan pengetahuan lainnya.

Yang lebih menarik lagi yaitu setiap anggota wisma harus menaungi atau mengikuti organisasi yang ada dikampus agar ilmu yang didapatkan di organisasi diluar dapat meingkatkan ilmu dan berkonstribusi lebih untuk orang-orang lain, begitulah rutinitas wisma tidak hanya melatih diri dengan ilmu agama saja namun ilmu dan pengetahuan serta soft skill dan hard skill harus di latih sejak awal masuk kuliah agar jiwa kepemimpinan dan jiwa kemandirian dapat terlahir.
Aku sempat berfikir dengan segudang aktifitas ini dan di penuhkan kesibukan sehari-hari akan membuat IPK ku jatuh karena kurangnya mengulang kembali pelajaran perkuliahan tetapi setelah ujian akhir semester selesai aku mendapatkan IP yang sangat memuaskan alhamdulillah yaitu diatas 3,3 angka itu untuk mahasiswa teknik cukup membanggakan, dengan aktifitas yang segudang ternyata dapat juga IP yang memuaskan itu yang sangat mengejutkan bagi ku.

Namun di wisma tidak seperti yang ku pikirkan, seperti anak yang culun, membawa Al-Quran kemana-mana, selalu melihat kebawah kalau melihat “tiiiiiitt “sensor” lawan jenis maksudnya”, terus kalau ngomong sama lawan jenis harus melihat dibelakangnya atau ditutup dengan hijab atau pembatas saat rapat, awalnya agak canggung dan “lohh, kok wahh”, ya begitulah untuk saling menjaga si hati ini agar tidak menimbulkan zinah mata “woooow”, “kayaknya aku harus bilang itu”, namun diwisma selalu membuat hari makin hari termotifasi oleh senior yang diwisma, ku pikir awalnya dengan terlalu banyak kegiatan diluar kampus akan mengganggu perkuliahan tetapi tidak, justru IPK senior-senior diwisma mencapai 3,3 keatas, itu yang membuat aku terkagum dan sesuatu hal yang sangat luar biasa untuk sebagai mahasiswa teknik mencapai IPK segitu, dan tidak hanya itu prestasi mereka tidak kalahnya dengan orang hebat diluar sana, bahkan lebih dari yang bisanya dengan belajar karya tulis ilmiah, dan aku selalu ingat perkataan senior ku pada saat itu dia berkata “ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya.” Kerena dengan menulis ilmu itu jika terlupakan oleh kita dapat kita membacakannya kembali dan mengingatnya kembali.

Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang dikepalaku, baik pada hari ini aku telah berjanji pada diri sendiri bahwa aku harus lebih dari seniorku dan harus berubah dari hari kemarin dan mengubah cara bicara, berfikir dan berpendapat dan selalu berusaha dan berdoa, karena dengan berikhtiar dan doa pasti tidak akan berkhianat aku selalu mengingat akan hal itu.

Setelah beberpa tahun diwisma ada beberapa orang yang tidak tahan tinggal diwisma, sesuai dengan peraturan wisma adalah anggota wisma tidak boeh terjebak dalam penyakit virus merah jambu, waduhh apa itu ya, yaitu yang dikenal dengan istilah pacaran, salah satu anggota wisma secara diam-diam pacaran dan pernah dipergok oleh senior namun akan diberi peringatan pertama untuk suatu pelanggaran dan akhirnya dikeluarkan jika tidak dapat mematuhi peraturan itu. Agak kejam kedengarannya tetapi awalnya memang pacaran sedikit demi sedikit tanpa kita sadari kita telah menabung dosa untuk menginap di neraka, na’uzubillahiminalik, setiap orang pasti menginginkan surga tetapi jika seseorang memang tidak bisa dibina maka akan dibinasakan alias dikeluarkan, ya seperti itulah bahasa kasarnya. Hal ini dilakukan agar anggota wisma yang lain tidak tertular oleh penyakit itu dan menginginkan hal yang seprti itu, apa lagi jika telah di ikuti oleh junior-junior yang baru mengenal wisma itu akan merusak generasi-generasi selanjutnya. Tetapi tidak ada salahnya pacaran, tetapi pacarannya setelah orang itu halal bagi kita alias telah menikah pastinya.

Ini lah kisah perjalanan ku diranah aktifis dakwah kampus sebagai “Ikhwan” yang bermodal celana goyang tipis, jenggot tipis dan selalu membawa dompet tipis kemana-mana “hhehe bercanda”, dimulai dari aku berada di semester 1 semua segala baru dari pakaian hingga seisi kamar, “maklumlah jadi anak rantauan segala keperluan harus dibelidan menyesuaikan diri.”

 Mungkin akan dimulai cerita ini dengan lafas basmalah, bismillah hirrahmaanirrahiim begitulah jika saat rapat dimulai disiang hari dengan diajak oleh ketua FORMIS tahun 2011 yaitu bang Septiono, aku kenal dengan abang ini di acara IFTHOR Jama’i di mushala 10m x 5m itu terletak di antara jurusan Teknik Otomotif dan Jurusan Teknik Elektronika, sangat senang sekali banyak pelajaran yang dapat kita petik di acara itu tidak hanya orang-orang nya ramah-ramah akan tetapi intisari ceramah di acara itu sangat mendalam dan menjukkan hati.

Kepengurusan tahun itu aku sadari adalah tahun yang sangat sedikit sekali dan sulit mencari anggota aktifis dakwah kampus terkhus untuk di rumpun teknik, aku pun menyadarinya sampai-sampai aku ditunjuk sebagai sekretaris umum di pengurusan Forum Mahasiswa Islam FORMIS FT UNP, aku mulanya terkejut dan tidak menginginkan hal ini terjadi kenapa harus aku dan kenapa aku yang di amanahkan tanpa menannyakan kesediaan terlebih dahulu, mana mungkin mahasiswa tahun pertama dengan baru menaiki semester 2 (dua) bisa menjabat sebagai sekretaris umum di bidang Lembaga Dakwah Fakultas, disini aku mulai belajar menghadapi situasi sulit yang ada disekitar kita dan kita secara tidak sadar masuk kedalamnya.

Pada rapat perdana buatku itu, suatu seperti mendapatkan batu besar yang ada di pundak dan memulai berjalan diatas padang pasir hingga menuju tempat dimana diletakkan pada tempat yang sangat mulia. Setelah ku jalani dalam setahun ini belum terdapat masalah yang menimpa dalam hidup ku namun banyak lah-hal yang tidak kusadari aku telah mendapatkan sesuatu hal yang belum pernah orang dapati sebelumnya yaitu pengalaman dalam berorganisasi dengan hanya bermodalkan pengetahuan yang seadanya dan mencoba untuk belajar dan belajar untuk menjadi yang terbaik, dan alhamdulillah amanah itu dapat aku selesaikan dengan baik setelah kepengurusan bang Septiono.

Akhir pengujung kepengurusan periode 2010-2011, acara yang dinanti datang dengan menghakimi semua orang dalam pengurusan itu yang secara serentak seluruh organisasi dakwah kampus tingkat masing-masing fakultas, yaitu acara MUBES Musyawarah Besar untuk pengurusan FORMIS pada periode itu, diagendakan dalam acara adalah sampai dua hari tetapi pembahasan kepengurusan yang belum selesai dalam pengerjaannya, dan suasana dan suhu diruangan tiba-tiba memuncak panasnya pada saat membahas tidak adanya mentabayoumi sekretaris umum yang sebelumnya karena tidak mengadakan sidang istimewa untuk mengganti seseorang dalam kepengurusan, pembahsan itu berlangsung panas hingga hari yang ditentukan belum mendapatkan hasilnya, maka akan menambahkan hari berikutnya.

Hari berikutnya masih membahas hal yang berhubungan pergantian kepengurusan secara tidak pada seharusnya, maka pada akhirnya selesailah pembahasan itu dan tibalah saatnya untuk menentukan kepengurusan yang baru, dengan hati yang berguncang seperti genderang mau perang “heh kok kayak lagu”, pada saat yang ditentukan tiba disebutkanlah setiap ketua disetiap divisi-divisinya dan saatnya tinggal tiga orang yang sangat terpenting dalam kepengurusan yan belum disebutkan yaitu sekretaris umum, ketua umum, dan ketua keputrian, alangkah kagetnya aku saat namaku disebutkan dan kembali diamanahakan sebagai sekretaris umum selanjutnya pada periode selanjutnya, dan sebagai sekretaris umum Rully Arifin, dan sebagai setua umum Risang Probo Prastiyo dan ketua keputrian yaitu Gina Azeriza.

Kembali diamanahkan sebagai sekretaris, aku tidak pernah kecewa dalam keputusan itu semuanya adalah amanah yang harus dilakukan dan dijalankan, bagaimana mungkin orang yang telah memberikan amanah kepada kita tetapi kita akan membuat orang lain kecewa, maka dalam kepengurusan berikutnya ini akan aku tingkatkan dan membuat hal yang terbaik dari kepengurusan sebelumnya.

Acara motivasi JIKUSTIK (Kajian Islam Khusus Mahasiswa Teknik) yang diangkatkan oleh FORMIS yang membawaku semangat lagi, aku teringat dengan motivasi itu yaitu jika kita memiliki mimpi yang ingin kita wujudkan jangalah hanya bermimpi saja tetapi tulislah mimpi itu dan pajanglah mimpi itu di kamarmu dan tulislah hingga banyak hingga memenuhi poster mimpimu, sehingga yang kamu baca adalah coretannya saja karena telah tercapainya mimpi tersebut.
Aku memulai menuliskan mimpi-mimpi itu satu persatu, tanpa disadari udah lebih dari 50 mimpi yang kutulis, rasanya seperti tidak mungkin untuk mewujudkannya apaboleh dikata itu hanya mimpi yang harus di perjuangkan seperti tidak percaya untuk mencapainya, salah satu yang kutulis adalah Go Nasional tiap semesternya untuk membuat karya tulis, hehe lucu ya, seperti tidak mungkin hal itu terjadi. Dengan mimpi itu aku ingin mewujudkannya dengan mengikuti salah satu organisasi tingkat kampus dibidang keilmiahan dan penelitian yaitu PPIPM (Pusat Pengambangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa).

Menjajaki organisasi baru dengan belajar membuat karyatulis ilmiah dan pada awalnya adalah pembuatan makalah hingga pembuatan PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa), semuanya berhubungan tulis menulis, aku mulai mendalami ilmu dibidang penulisan dan pada akhirnya aku dan temanku Dwi Randa Ariga dan Icsan Nasution secara iseng-iseng seperti membuat sebuah taruhan yaitu harus Go Nasional pada semester ini. Baik aku terima tantangan ini dan barang siapa tidak bisa pergi Go Nasional pada semester ini akan diberi punishmant  atau sebuah hukuman yang berat, agar membuat motivasi diri sendiri agar bisa membuat karya tulis ataupun sejenisnya baik itu bukan karya tulis yang penting tingkatnya nasional dan yang pastinya pergi keluar dari kota padang dengan membuktikan undangan dari lembaga tertentu.

Setiap membuka internet aku selalu mencari informasi tentang lomba-lomba terkait penulisan karya ilmiah setelah karyaku selesai aku mulai mengirimkannya di lembaga itu, dan secara diam-diam randa dan ichsan sudah mengirimkan karya mereka masing masing tanpa diketahui yang lain, seperti kami bersaing dalam diam dan bersaing untuk memajukan diri sendiri untuk saling memotivasi diri sendiri.

Hinggsa akhirnya akhir semester tiba dan aku mendapat telfon dari Randa.
“gimana rul, udah ada dapat kabar pergi nasional”
Dengan logat batak yang aneh dan sedikit bercampur bahasa Acehnya, akupun mendengarnya agak lucu dan kesal selalu mengejekku seolah aku tidak bisa melakukannya, tetapi hal itu tidak menjatuhkan semangatku.
“belum lagi bro, belum ada panggilan dari instansinya.”
“haha, masa iya bro aku udah di bandung nih aku kemarin lolos seleksi AICT (Ambassador of Indonesian Culture and Tourism) dan diundang ke bandung untuk mengikuti acaranya.”
Aku mendengarnya sedikit bahagia dan sedikit kesal karena mengejekku dan bangga temanku udah bisa berangkat nasional dengan usahanya sendiri.

Dengan berakhirnya ujian akhir semester ini yang menandakan berakhirlah perkuliahan pada semester ini dan dilanjutkan dengan liburan semster. Sampai akhirny aku pulang ke kampungku di Kepulauan Riau tepatnya yaitu Tanjungpinang dengan sedikit sedih karena tidak dapat pergi acara nasional dengan berakhir pada pulang kampung, setelah beberapa hari dirumah aku mendapat telefon yang bernomor telefon rumah, bahwasanya dari pihak instansi RAMP IPB (Recognition and Mentoring Program) pada penelitian teknologi kerakyatan yang disponsori oleh AMIn (Agro-Machinery Industrial Interface Unit) aku terpilih dan diundang ke kampus Institut Pertanian Bogor untuk dapat mempersentasikan karyaku untuk pertama kalinya berangkat dan menghadiri di acara nasional.

Rasa bahagia tak terbendung hingga loncat-loncat kebahagiaan atas usaha sendiri sangat senang dan mengharukan, pada saatnya aku akan melengkapi surat-surat yang dibutuhkan untuk keberangkatan dengan segala perijinan hingga surat rekomendasi bahwa alat yang aku bikinkan ini dapat aku jadikan sebagai TA (Tugas Akhir), besoknya aku langsung beli tiket untuk keberangkatan ke padang untuk mengurus surat-surat itu, dan tidak lupa untuk membeli tiket keberangkatan pada hari mingunya, dengan berkata hati kecil ini “awas kau randa bukan kau saja yang bisa berangkat nasional haha” dengan tertawa jelek. Langsung menelfon randa yang telah satu minggu di bandung setelah menelfonnya aku mendapat semangat baru dari ceritanya dibandung dengan bagaimana mendapat teman baru disana, pengalaman baru, suasana baru, hingga dia mengatakan menggunakan rambut baru yaitu kepalanya dibotakkin, katanya mau mencoba bagai mana rasanya rambut dibotakkan.

Hari minggu tiba saatnya untuk berangkat ke Bogor akan tetapi tiket keberangkatan ke Bogor dari Padang ke Bogor harus menuju Jakarta terlebih dahulu dan naik Damri ke Kota Hujan yaitu Bogor, pada hari itu aku berangkat ke bandara Minang Kabau setelah cek-in aku melihat seseorang di ruang tunggu yang wajahnya tidak asing lagi aku lihat, tidak disangka-sangka dia adalah Ichsan Nasution, ternyata dalam diam dia juga telah melakukan sesuatu untuk bisa berangkat nasional yaitu acara konferensi pertemuan ketua MPM (Majelis Perwakilan Mahasiswa) di UI (Universitas Indonesia).

Belum mendekati dan belum bersalaman dari jauh dengan berdiri termenung sejenak dan dengan memegang tiket keberangkatan bersandang tas ransel kami tertawa senyum yang aneh seperti berbicara dari hati ke hati, solah-olah sudah mengerti apa yang akan kami bicarakan tanpa membicarakannya, obrolan singkat namun nikmat sahabat sejati tiga sejoli berangkat Go Nasional dengan niat memotivasi yang tinggi untuk diri sendiri akhirnya tercapai dan yang tidak disangka-sangka bahwa kami berangkat dengan satu pesawat untuk keberangkatan Padang ke Jakarta.
Tiba di bandara Soekarno-Hatta saatnya kami berpisah dengan mengambil mobil damri yang berbeda jurusan, aku jurusan ke Bogor sedangkan Ichsan ke Depok. Setelah sampai di IPB aku disambut hangat oleh panitia RAMP IPB, saat ini biasanya aku liburan pasti di kampungku, tapi saat ini aku liburan di kampung orang lain di kota yang terkenal kota hujan ini. Persis yang dikatakan orang lain memang di Bogor selalu saja hujan.

Dalam kegiatan mentoring pembuatan alat dan teknologi ini kami dikontrak dalam pembuatan alat selama satu bulan penuh pelatihan, ini menandakan pelatihan ini bukan pelatihan bisa akan tetapi hars dibarengi dengan kemajuan alat yang akan dibuat, penelitian ku adalah pembuatan alat tanam jagung dengan menggunakan sistem mekanik dengan tipe dorong dapat melakukan pengerjaan melubangi, menanam dan menguburkan kembali. Dalam pelatihan ini ditekankan setiap peserta wajib mempersentasikan kemajuan karyanya tiap minggunya, itu membuat menggannggu pikiranku, kami dipaksa untuk melakukan dan membuat pelaporan kemajuan tiap minggunya dengan ancaman jika tidak ada kemajuan akan di pulangkan sebelum satu bulan itu.

Senang, sedih, susah, kami melakukan bersama-sama tiap peserta RAMP IPB, intinya saling membantu satu sama lain agar teman-teman seperjuangan tidak ada yang pulang, kami dikumpulkan dalam satu wisma yang sangat indah dan mewah menurutku dengan segala fasilitas yang ada makanan dan minuman telah dipersiapkan semua makan dan minuman ada disini tetapi pikiran dan raga ini ntah kenapa tidak bisa menikmatinya bukan hanya aku saja melainkan semua peserta juga merasakannya dikarena tekanan untuk membuat laporan perkembangan alat karya yang kami ajukan tiap minggunya harus dipersentasikan.

Pada saatnya akhir dari kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan kembali alat yang telah diinovasikan selama di Bogor, setelah mengucapkan salam perpisahan yang menandakan perpisahan kepada peserta RAMP IPB saatnya pulang ke daerah masing-masing dengan sedikit membawa bekal ilmu dan sesuatu yang dapat membuat alat karya ku di Padang nantinya, sampai tiba di Padang karyaku dihargai dan di jadikan tugas akhir sebagai penelitianku untuk menyelesaikan perkuliahan D3 sebagai mahasiswa spesial, walaupun tugas akhir tidak selaras dengan jurusan yang dianut.
Penelitianku untuk alat tanam jagung ini tidak sampai disitu saja, sempat berfikir untuk melanjutkan dan mengembangkan alat ini lagi dan saatnya untuk membuat tim baru dan pada semester selanjutnya aku diundang kembali mempersentasikan alat ini dalam karyatulis ilmiah dan dibungkus dalam karsa cipta teknologi terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang alhamdulillah atas izin Allah diselenggarakan di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), aku termasuk didalamnya sebagai finalis 10 besar dari seluruh tingkat Indonesia.

Rasa haus akan penelitian inipun selalu membangkitkan semangat apa lagi jika untuk berangkat gratis dan ditanggulangi biaya keberangkatan dari kampus pastinya itu adalah impian dari setiap mahasiswa yang berjiwa penelitian dan pengembangan, hingga saatnya aku mengirimkan kembali karya ini ke tingkat selanjutnya yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian UNS (Universitas Sebelas Maret) dan alhamdulillah aku termasuk salah satunya sebagai finalis.
Selanjutnya penelitian ini tidak putus hanya disitu saja dengan mendapatkan informasi di majalah dinding di BAPPEDA SUMBAR (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumatera Barat) mengadakan Lomba Inovator Teknologi Tepat Guna dan Alhamdulillah aku menjadi finalis dan diundang untuk mempersentasikan karya ini di BAPPEDA dan diberikan penghargaan oleh Gubernur Sumatera Barat untuk pencapaiannya sebagai inovator dalam keteknologian.

Untuk terakhir kalinya aku dan bersama teman-teman masih dalam penulisan karya tulis ilmiah secara iseng-iseng aku memasukkan kembali karya ini ke UNHAS (Universitas Hasanuddin) di Makasar tepatnya di Sulawesi Selatan, dengan kali ini aku dan teman-teman tim tidak lagi diizinkan untuk mengikuti lomba kali ini dikarenakan perjalanan ke Makasar dikarenakan sangat jauh dan untuk pembiayaan sangat besar sehingga aku dimarahi oleh PD 3 FT UNP dengan marah yang agak lucu.
“rully kamu ini dasar tangan dingin, mengajukan proposal selalu saja lolos, hebat sekali kamu ini dalam menghabiskan uang negara saja !!.” sambil marah dengan nada tertawa.
“lho iya pak, kalu bapak yang menghabiskan uang negara nanti bapak menjadi tersangka korupsi dongk pak”. Sambil tertawa terbahak-bahak.

Kali ini pak Hasan Maksum selaku PD 3 FT UNP tidak meizinkannya tetapi malah kami mendapat tantangan dari beliau untuk mengadakan acara seminar pendidikan yang dapat melibatkan seluruh mahasiswa teknik yang bermanfaat bagi pesertanya dengan pengetahuan ilmu terbarukan dan inovatif tinggi. Setelah menndapat tantangan itu aku sedikit kecewa dan merasa tertantang dalam mengambil keputusan. Setelah satu minggu berlalu aku mengajukan dalam bentuk proposal yaitu mengadakan seminar pendidikan yang belum pernah ada di Fakultas Teknik ini, yaitu membuat pelatihan dalam seminar desain gambar teknik dengan menggunakan software Solid Works yang aku pelajari di Bogor.

Proposal seminar ini diizinkan dan saatnya untuk mengeksekusi dalam pengajuan pelaksanaannya, dan kali ini pak Hasan mensponsori kegiatan ini secara penuh dalam penyewaan tempat, snack, makan siang, seminar kit, hingga dalam mengikuti seminar ini mahasiswa gratis untuk mendaftarkan dirinya. Dan dalam beberapa hari aku dan Randa membuat tim seadanya saja, diantaranya yaitu Haris (Ketua Formis & UKK), Ichsan (Ketua MPM), Fitra (Ketua PPIPM), Amel, Nia, bg Fajrul, Epa, Iqbal, David, Sujarnoto dan Randa, kami hanya beranggotakan 13 orang tetapi permasaalahanya adalah pada saat rapat selalu ingin memerintah dan tidak ada yang ingin mendengarkan pendaat orang lain, ya seperti itulah karena di tim ini terlalu banyak mantan ketua dari berbagai organisasi, namun akhirnya dapat keputusan yang cepat dan efisien dalam pengerjannya karena mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang kuat nan hebat dan alhamdulillah acara seminar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Maka dengan ini saya sebagai aktifis dakwah kampus telah dapat membuktikan bahwa dengan banyaknya kegiatan dan organisasi yang kita emban selama ini tidak akan menggangu perkuliahan dengan mengkhawatirkan nilai IP akan anjlok dan kesibuan akan menggangu kehidupan sebagai mahasiswa, namun dengan banyaknya kesibukanlah kita dapat menghargai waktu dan mendapatkan link teman yang banyak dari mana saja bahkan sebagai nilai plus bagi kita adalah mendapatkan prestasi yang tidak akan ada habisnya. Karena dengan sebagai kutipan dari pak mario teguh, “kesuksesan bukanlah dilihat dari kita yang mengenal orang tetapi oranglah yang mengenal kita.”

oleh Rulli Arifin
@rulli_arifin
https://www.facebook.com/rully.zabdas?fref=ts

0 Response to "Siapa Bilang Kesibukan Sebagai Mahasiswa Bikin IPK Kita Rendah ''Rulli''"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel