Ketika FORSIS Mengunggah Jiwa " Ary Kenedi"

Ketika FORSIS Menggugah Jiwa
Ainul hayat
Tidak pernah terbayangkan sebelum nya bagi ku untuk bisa bergabung dalam sebuah lingkaran cinta yang bernama dakwah

Aku dulunya adalah seorang remaja biasa tamatan sekolah menengah yang memiliki ambisi untuk dapat kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia. Untuk meyakinkan diri dalam mempersiapkan ujian masuk bersama perguruan tinggi, aku mencoba untuk mendaftarkan diri ke sebuah lembaga belajar yang cukup besar, katanya.
Pembelajaran pun dimulai, suasana baru, teman  teman baru, dan dengan  tutor  tutor yang menyenangkan.  Selang beberapa hari pembelajaran dimulai, seperti biasa aku datang lebih awal , mengambil posisi duduk paling keren dan paling terhormat yakni bagian belakang , dan tutor pun menjelaskan materi dengan semangat 45 mengalahkan pidato bung Tomo saat membakar semangat para arek arek  suroboyo untuk melawan penjajahan  walaupun pembejaran waktu itu  adalah pembelajaran biologi.
Tiba  tiba saja, ada seseorang cewek yang mengetok pintu kelas, dan langsung mengucapkan salam. semua menjawab salam dengan semangat , semua mata tertuju kepada cewek tersebut , sehingga membuat cewek tersebut tersipu malu dan berjalan seperti Madonaa yang berjalan di red carpet  saat menerima Oscard Award . Dan parah nya si cewek tersebut duduk disamping ku dan tersenyum manis kepadaku. Semua kelas  berubah menjadi perumahan asrama polisi, heboh tapi tidak terdengar jelas. Seperti ibu  ibu asrama yang panik saat melihat tetangga nya yang baru saja membeli mobil baru, (kondisi kelas) yang di pojok kanan tersenyum  senyum sambil mengedipkan  ngedipkan mata, yang dipojok depan sibuk menahan giginya agar tidak terlepas , di bagian samping berbisik  bisik , yang belakang ngopi, yang satu lagi minum teh, yang disamping makan goreng pisang, yang di tengah lagi bayar utang,  dan kakak tutor nya lagi masak gorengan. (eiits dah, itu kelas atau warung kopi yah ).
Kembali ke laptop, disaat pembelajaran berlangsung dia selalu saja mencoba membuat percakapan yang garing dan aku hanya bisa memberikan senyuman termanis dan terpalsu yang aku punya.  (Kalian tahu kondisi si cewek pada waktu itu, memakai baju kerudung, memakai jilbab yang lebar, memakai kacamata,pakai ransel besar, eiiit dah, jadul amat kan, H E double L O, hari gini masih pakai pakaian begitu ???? tinggal di kampung mana mbak ? cclckckckk)
Hari demi hari terpaksa aku menjadi teman dari si cewek ini, mungkin lebih merasa empati kali yah, karena kawan  kawan sekelas tidak ada yang mau berteman dengan gadis yang selalu memakai jilbab super gede  ini, okelah secara gitu loh, hari ini masih pakai yang gitu  gituan, malu sudah biasa, diledekin sudah makanan sehari  hari yang penting aku iba aja kalau tidak di ajak berteman.
Pagi itu aku datang lebih awal dari biasa nya, duduk di taman depan bimbel tersebut. Sambil mengamati orang yang berlalu lalang, motor  motor yang saling slip, mobil  mobil mewah saling mengklakson satu sama lain, helipkoter yang bertebangan, pesawat yang parkir dll. Tapi dari sekian yang aku amati terpaku lah mata ku kepada salah seorang pria berjengot (bayangkan seperti saddam bin huseein, wajah dipenuhi rambut kecuali kening, hidung dan bulatan pipi) berjalan menuju ketempat duduku, sambil menyapa dan tersenyum manis. Geli iya,dan aku pun kabur sesegera mungkin menuju ke ruangan.
Hari ini adalah pengumuman hasil penerimaan perguruan tinggi, aku yakin aku pasti lulus di perguruan tinggi yang aku inginkan, dengan penuh semangat ku coba langkahkan kaki menuju tempat penjualan koran(hahaha, jelas yah zaman dulu masih pengumuman zaman koran ). Satu persatu aku teliti nomor yang keluar, dari awal sampai akhir, ku ulangi lagi siapa tahu ada nomor yang terlewatkan oleh ku, berkali  kali ku coba dan hasil nya pun sama, tidak ada nomor ku.
FIX , aku tidak lulus. Sedih benar, seperti nya hati ini diremas  remas, dipukuli, dikeringkan kemudian di jemur. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa hal ini akan terjadi, sebenarnya lebih kepada sakit hati dan malu, kenapa tidak? Orang yang belajar biasa saja dapat di terima di perguruan tinggi, sedang kan aku yang sudah mati  matian untuk  belajar tidak membuahkan hasil, aku malu karena setiap orang pasti menilai aku akan lulus di perguruan yang aku inginkan.
Pemikiran itu selalu menari  nari dalam pikiranku, dimulai dari tari saman, tari korea, sampai tari piring yang klimaknya piring  piring itu dpecahkan dan di injak  injak oleh penarinya.
Rasanya ingin marah, kenapa tuhan tidak adil dengan ku, kenapa tuhan pilih kasih, kenapa tuhan tidak pernah mendengar doaku, knapa tuhan,kenapa tuhan dan kenapa tuhan, bukan kah di dalam surah ar  rad ayat 11 Allah berfirman, seseungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehimgga mengubah keadaan yang ada pada diri mereka . Terus buat apa setiap pengajian ustad selalu bilang MAN JADDA WAJADA , siapa yang bersungguh  sungguh pasti ada jalan. BULLSHIT benar, pikiran ku mulai kacau, selalu ada perang didalam pikiran ku, bahwasanya tuhan tidak adil kepada ku.
Yap, buat apa selama ini aku berusaha, buat apa aku mati  matian belajar siang dan malam, buat apa setiap sholat wajib diiringi dengan sholat sunnah, buat apa dhuha, buat apa tahajud, buat apa setiad doa ku ucapkam  Ya Allah terimakan lah hamba di perguruan tinggi terbaik agar aku bisa menjadi hamba yang lebih baik. Buat apa semua nya jika aku tidak diterima di sana. Toh yang aku lihat mereka yang tidak berusaha dapat diterima, mereka yang tidak sholat bisa lulus, ah sudah lah saya capek.
Hari  hari itu adalah salah satu hari terpuruk yang pernah saya rasakan. Siang dan malam tidak ada bedanya, subuh menghilang, dzuhur dan ashar berdekatan, magrib tak muncul, dan isya pun jika ada waktu.
Seminggu terlewati, dua minggu, tiga minggu , ketika salah seorang sahabat menyarankan masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi mandiri. Pesimis, buat apa masuk mandiri, itukan hanya buat orang yang tidak lulus jalur resmi saja, itu pemikiran ku.
Tapi karena di dorong oleh orang tua dan air mata beliau untuk masuk dan dengan terpaksa aku mengikuti nya dan jatuh lah pilihan jurusan ku kepada jurusan kependidikan yang tidak pernah ku bayangkan sebelumnya.
Tes dilaksanakan, selang beberapa hari hasil nya keluar, dan BINGGO aku pun diterima di perguruan tinggi yang tidak pernah aku harapkan.
Pendaftaran ulang mahasiswa baru di laksanakan, ketika mau berangkat menuju ke kampus, tiba  tiba aku mendapatkan sms dari salah seorang yang mungkin sudah saya lupakan dan benar  benar tidak pernah membayangkan nya ya cewek yang menjadi teman di tempat bim bembel saya dulu, (oh ya, saya belum menyebutkan nama dia, sebut saja nama nya nadya), nadya teman empati saya karena merasa kasihan. Dengan gaya sms yang singkat dan sok asyik  bro lu lulus juga ya, gw juga, teman gw juga, nanti kita keteemuan didepan gedung Z ya, nanti gw kenalin sama teman gw . Aku berpikir, terus kalau elu lulus dan teman lu lulus juga, gue ngapain? Nari pakai hula hop apah? Atau gw harus lari keliling kampus sambil pakai pakaian balet dan teriak selamat ya elu lulus.
Kemudian aku balas dengan kalimat yang Oke bangat, ok.
Akhirnya kami ketemuan , dan parah nya sudah 1 bulan lebih ngak ketemu eh tampang nya juga ngak berubah, masih kayak emak  emak, dengan jilbab yang dalam, baju kerudung yang dalam, dan gaya sok akrab nya ituh loh bikin ngak nahan.
 Mana teman lu kata ku. oh ya itu dia kata nadya. Aku kaget ketika nadya memperkenalkan ku dengan kawan nya, aku azzam  katanya sambil mengulurkan tangan nya, gw fikri kata ku sambil mengulurkan tangan ku sambil terpelongo. Segera ku lepaskan tangan ku. Kenapa tidak terpelongo, bukan ny aku maho, ternyata azzam adalah cowok yang mirip saddam hussein pas aku bimbel kemaren.
Ketika daftar ulang aku ditempatkan kuliah di salah satu kampus cabang,dan parah nya mereka juga, tidak bakalan terpikirkan oleh ku, aku akan berkuliah dengan seorang cewek jadul dan cowok mirip sadam husein. H A N C U R.
Hari pertama kuliah di kampus cabang, agak merasa gimana gituh, karena pastinya kuliah di kampus cabang akan jauh sekali dengan kuliah di kampus pusat. Kecewa sih, knapa ngak, aku orang nya yang agak sedikit aktif, akan terbenam di kampus cabang yang luas nya hanya beberapa petak sawah saja. Hari pertama kuliah aku merasakan seperti anak kecil yang tersesat, teman  teman baru pun belum saling kenal, nah makhluk berdua tadi sedapat mungkin saya hindari ya gituh lah.
Di dalam ketersesatan aku sebagai mahasiswa baru, ketika aku sedang duduk santai di plantaran kampus, datang lah seorang senior cowok yang cukup keren dan terkenal di kampus  menghampiri ku. Jujur aku merasa takut awalnya, karena sebagai mahasiswa baru selalu akan di peloncokan setiap bertemu dengan senior. Namun aku berusaha untuk menenangkan diri. assalamualaikum, perkenalakan saya Taufik sambil beliau mengulurkan tanganya. saya Fikri kak sahut ku, boleh kakak gabung balas nya, boleh kak jawab ku. Sebelum nya aku tahu siapa kak taufik, beliau adalah salah satu anggota HIMA disini, semua orang mengenal dia, kak Taufik orang nya baik , penuh senyum dan tidak pernah berbicara kasar kepada junior nya.
Ketika aku ingin membuat percakapan dengan beliau, eh malah beliau yang bertanya  kepada ku, bertanya tentang diri ku, dimana aku tinggal, tentang kehdupan ku sebelum nya. Dan tanpa dikira cerita kehidupanya tidak jauh berbeda dengan ku. Dia bercerita dulunya dia adalah seorang remaja yang terlibat dalam kehidupan bebas remaja, merokok, ganja, dan minuman keras. Sampai akhirnya ketika salah seorang sahabatnya mengajak masuk kedalam sebuah organisasi islam yang bernama FORSIS. Dia bercerita FORSIS lah yang telah merubah hidupnya, di FORSIS ia belajar arti hidup, di FORSIS lah dia belajar bahwasanya kehidupan ini adalah sementara, di FORSIS lah ia merasakan bahwa islam itu adalah agama yang indah dan tidak kaku seperti yang ia bayangkan sebelumnya, di FORSIS lah yang mengingatkan nya akan huruf  huruf alquran, dan yang terpenting di FORSIS lah dia menemukan hangat nya sebuah keluarga. Aku hanya bisa memperhatikan beliau, aku melihat ada setetes air mata yang mengalir di ujung mata beliau.(Belakangan aku mengetahui bahwa orang tua beliau berpisah semenjak beliau masuk SMP).
Tiba  tiba terdengar bunyi sms dari HP beliau, jam menunjukan pukul 16.30 WIB , dengan senyuman khas lesung pipit beliau, beliau mengajak ku untuk bertemu dengan para anggota FORSIS . Sebenarnya aku merasa keberatan karna aku memandang organisasi islam itu adalah sebuah organisasi kaku yang hanya terpaku seputar aturan  aturan yang baku, organisasi islam juga organisasi yang tidak begitu bermutu mengkaji agama terlalu dalam. Lagian organisasi islam juga identitik dengan terosrisme, dan politik sesaat. Ahhh, pokok nya organisasi islam itu bukan lah organisasi aku bangat lah.
Singkat cerita karena tak enak hati menolak tawaran kak Taufik, terpaksalah aku mengikuti ajakn beliau. Awal masuk kedalam ruangan rapat, aku mencoba duduk di tempat yang paling keren , masih kursi bagian belakang, kak Taufik tersenyum melihat ku dan sambil mengajak ku duduk disamping nya, jangan di situ fik, itu tempat akhwat katanya, Akhwat kata ku apa pula yang dimakssud dengan akhwat ini ?. Tapi agar tidak kelihat bego nya , aku ikutin ajah permintaan kak Tauufik.
Lalu mulai lah berdatangan satu per satu anggota FORSIS ini, yang bikin aku kaget si Azzam pun datang, wah ini sadam husein ikutan juga yah, emang sih cocok buat dia, sadam husein kan teroris , dia kan tampang  tampang teroris juga , pikir ku. Ketika aku lihat di tempat para cewek ada nadya juga, wah aku mah maunya ketawa aja gitu, aku lihat nadya berada di kumpulan para kaum nya, hahahha, para cewek jilbab dalam, pakai baju yang dalam- dalam dan begitulah sekiranya, p o k o k e j a d u l a m a t l a h.
Aku sudah mulai senyum  senyum sendiri melihat ke arah mereka, kok bisa ya mereka berpenampilan seperti itu. Ke asyikan tersenyum, tanpa disadari acara sudah di mulai dan moderator meminta ku untuk memperkenalkan diri.
Karena kaget, dengan spontan aku memperkenalkan diri ku tanpa mengucapakan salam, semua yang ada di dalam berubah ekspresi, ada yang senyum  senyum, ada yang tertawa terbahak  bahak, ada yang mengedip  ngedipkan mata, ada yang mengelus kepalanya. Heheh aku sebenarnya grogi juga sih.
Kemudian satu per satu para anggota memperkenalkan diri nya sambil menceritakan bahwa FORSIS telah banyak merubah diri nya.
Aku mulai fokus dan terbawa suasana ke dalam cerita mereka, ada yang bercerita tentang perubahan pakaian nya, dulu mereka yang modis dan sporti sekarang memakai baju yang syar`i, aku baru tahu bahwa baju yang mereka pakai dan yang nadya pakai adalah baju syar`i, baju yang agama telah menuntun nya, yang pada hakikat nya mereka berlindung dari segala bentuk fitnah. Aku terdiam, ada sedikit penyesalan pada diri ku, selama ini aku sudah berpikiran negatif tentang nadya dan tentang wanita  wanita berjilbab lainya. Sudahlah pikirku.
Kemudian yang lain bercerita betapa beruntung nya dia masuk kedalam FORSIS ini, dulu mereka hanyalah remaja biasa yang masih terbawa suasana pergaulan, dari hobi merokok , ugal  ugalan bahkan ada yang suka macarin setiap perempuan. Ada pula yang bercerita tentang indah nya kebersamaan.
Selama perjalan menuju ke rumah,aku seolah  olah kehilangan pikiran yang lain, yang ada di pikiran ku hanyalah cerita tentang FORSIS tadi. Pikiran ku mencoba membenarkan cerita mereka, menelaah dan mencoba membawakan kondisi ku kepada ke jalan yang harus nya Allah ridhoi.
Sesampai dirumah, Isya pun berkumandang, segera aku berwudhu, kurasakan air yang membasuh setiap inchi bagian tubuhku, dingin sejuk, seolah  olah mencoba untuk meresap kedalam pori  pori tubuhku. Seketika tubuh ku seakan  akan tersengat arus listrik. Hati pun tergetar, pikiran ku lagi  lagi galau berkecamuk dan ntah kenapa hati ini lebih melow dan mata seakan  akan ingin mengeluarkan air nya. Aku segera sholat, meresapi setiap lafal bacaan dan  menikmati setiap gerakanya, tak terasa bibir bergetar dan mata tak lagi sanggup menahan linangan nya, tetes demi tetes air mata berlinangan , jatuh ke pipi dan membasahi sajadah itu. Aku solah  olah menerima goncangan yang tak sanggup aku terima, ada apa  ini ?
Setelah sholat aku berusaha untuk menangkan diri, seakan  akan aku teringat akan kebodohan  kebodohan dan dosa  dosa selama ini, aku terpikir betapa apa yang telah aku perbuat selam ini, begitu banyak dosa yang aku lakukan. Air mata ini selalu menetes walaupun tetes demi tetes, tapi hati ku seakan bergetar cepat. Segera aku ambil al  quran dan membaca nya, aku berusaha untuk membaca dengan mengunakan suara, tapi ketika berusaha untuk memulainya, air mata kembali berlinang deras, ntah kanapa tubuh ku bereaksi seperti ini , belum pernah aku seperti ini, ku coba untuk menenangkan diri dan ku coba untuk memulai, Bismillah, tapi setiap aku mulai membaca hati ini bergetar kencang dan lagi  lagi air mata ini ini mengalir.
Aku diam sesaat, untuk menenangkan diri. Ketika aku sudah mulai tenang, segera ku baca al- quran halaman demi halaman. Aku merasakan kedamaian didalam hati ini. Setelah merasa cukup segera aku membaringkan tubuh ku  untuk beristirahat.
Besok hari nya aku menemui Azzam dan meneritakan apa yang terjadi pada diri ku kemaren malam, ntah kanapa yang akui temui adalah Azzam, perasaan ku menuntun untuk menemui Azzam. Azzam dengan tenang menyimak semua kata demi kata yang aku sampaikan. Azzam pun menceritakan bahwa ia pernah mengalami apa yang aku rasakan, hal itu membuat dia merasa lebih dekat dengan Allah dan itu membuat ia nyaman untuk melakukan aktifitas sehari  hari. Azzam juga bercerita tentang arti kehidupan dalam islam. Itu membuat ku semakin semangat untuk mempelajari Islam dan salah satu caranya menurut Azzam adalah dengan begabung dengan organisasi iIslam yang berada di dalam kampus. Kami terlibat pembicaraan yang menyenangkan , gelak tawa terlepas dari mulut kami.
Tiba  tiba kami teringat akan kak Taufik, segera kami mencari kak Taufik untuk menyatakan ketertarikan kami untuk bergabung dengan FORSIS ini. Setelah melakukan tawaf beberapa kali untuk menemukan kak Taufik, dan kak Taufik segera mendaftarkan kami untuk bergabung di FORSIS walaupun waktu itu belum resmi pendaftaran anggota baru.
Inilah awal ceritaku bergabung kedalam sesuatu yang amat keren , kece badai, dan T O P BEGETE  yakni berdakwah , dakwah melalui FORSIS.
Di FORSIS inilah aku mengenal kawan  kawan seperjuangan yang tulus berdakwah demi Allah. Di FORSIS ini lah aku belajar bagaiamana cara bersosialisasi dan menambah teman atau relasi, bahkan lebih dari sekedar teman, bahkan sahabat sholeh dan sholehan seperti Azzam, kak Taufik dan Nadya yang benar kami bersahabat karena Allah, bahkan lebih dari sahabat kami di ibaratakan keluarga  dimana satu dengan yang lainya , saling mengingatkan, saling menasehati dan saling menjaga, dan aku baru menyadari bahwa Allah mempertemukan kami dengan segala rencana nya yang tidak bisa kita tebak. Allahu Akbar, Subhanallah.
Di Forsis ini juga mengajari ku berbagai keterampilan dan soft skill yang sangat berarti kepada ku sampai sekarang, ya, salah satunya keterampilan berkomunikasi yang membuat ku sangat mudah untuk menjalin hubungan dengan siapa pun.
Selain itu di FORSIS telah mengajari dan meningkatkan  kemampuan berorganisasi ku secara islami, sehingga beberapa organisasi internal maupun eksternal kampus bahkan organisasi nasional mengamanahkan ku untuk memimpin organisasi mereka , dan disinalah  ladang dakwah ku, ketika aku memimpin sebuah organisasi aku mencoba mempraktikan kepemimpinan Rasullullah dan para khalfah yang berlandaskan al quran dan hadist , walaupun aku tidak akan bisa sempurna seperti mereka. Namun hal ini terbukti bahwa organisasi yang dipimpin betrdasarkan Islam akan menghasilkan organisasi yang luar biasa.

Yang terpenting di FORSIS ini, membiasakan diri ku untuk tawazun antara dunia dan akhirat. Dulunya aku hanya memikirkan dunia saja tapi dengan aku bergabung dengan FORSIS Alhamdulillah aku mulai memikirkan Akhirat. Dan satu lagi yang terpenting akhirnya aku tahu artinya Akhwat , hahahah, artinya “Cewek” jika menggunakan bahasa aku dulu.
 Satu per satu aku mulai meyadari bahwa Allah mempunyai rencana yang lain kepada hamba nya, dimulai aku kenal dengan Nadya, yang beliau juga melakukan siasi kepada Akhwat, bertemu dengan Azzam sang saman bin laden(heheheh maaf broh). Kak Taufik yang menjadi sang inspirator sampai saat ini.

Aku tahu Allah sangat menjawab pertanyaan ku dulu bahwa aku meminta perguruan tinggi terbaik, yah UNP adalah perguruan tinggi terbaik, yang membuat aku menjadi seperti ini, mahasiswa yang mempunyai cita  cita tinggi dan yang terpenting aku merasakan diri ku lebih baik dari pada masa lalu ku dulu. Begitu Allah mengatur segalanya.
Sekali lagi ini adalah awal cerita ku dalam dunia dakwah kampus , begitu banya cerita yang menyenangkan dan menantang dalam dunia dakwah , semoga suatu saat nanti akan ada kesempatan untuk menulisnya. Takbir, ALLAHU AKBAR !!!!

Salam
Ary Kenedi
https://m.facebook.com/arkistken.azzamfariss?fref=ts


0 Response to "Ketika FORSIS Mengunggah Jiwa " Ary Kenedi""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel