Dibalik Kesusahan ada Kemudahan ''Prambudi''

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Alhamdulillah Allah masih memberikan kita nikmat iman, nikmat kesehatan, nikmat kesempatan dan tentunya nikmat Islam sehingga kita masih menikmati manisnya Islam sampai saat sekarang ini. Salawat dan salam kita do’akan kepada Allah SWT semoga dicurahkan kepada Rasulullah yaitu Nabi Muhammad SAW. Seorang pemuda padang pasir yang memperjuangkan Agama Allah ini, agama yang benar dan membenarkan agama terdahulu yaitu Islam. Seorang putra negeri arab yang tidak cacat fisik dan sifat pada dirinya. Seorang yang tawadhu’ dan zuhud dalam kehidupannya. Seorang yang Tabligh, seseorang yang Fatanah, seseorang yang shiddiq, seseorang yang amanah dan seseorang yang Qabligh. semua sifat mulia ada pada dirinya. dan patutlah kita umatnya mencontoh sifat-sifatnya dan percaya kepada Risalah yang disampaikannya. Semoga dengan selalu bersalawat kepada Rasulullah SAW kita termasuk golongan yang akan di beri safa’at di yaumul hisab nanti. aamiin ya Rabb.



Tahun 1
Baiklah ana akan berbagi sedikit kisah ana saat ana mendapatkan “cahaya” atau hidayah Allah dari salah seorang jundiNya. Dia adalah senior ana. Beliau bisa disebut dengan nama bang “Jho”, Ya bang jho. Ana pertama kali bertemu beliau saat beliau sedang melaksanakan perintah Allah yaitu sholat dzuhur di Mushalla FMIPA. Mushalla Al-Qalam lebih tepatnya. Dulu saat ana masih dalam masa “kelam”, ana adalah orang yang sangat temperamental, mungkin itu juga karena faktor keluarga ana yang keras. Ana selalu diajarkan keras oleh orang tua ana. Jadi, ana menjadi orang yang sangat tidak disukai oleh orang lain dan ana tidak mempedulikannya. Karena bagi ana mereka tidak ada hubungannya dengan hidup ana. Tetapi setelah ana bertemu bang jho tersebut. Ana merasakan aura bersinar di sekelilingnya. Beliau adalah sosok yang tenang. Sosok yang membuat ana selalu bertanya-tanya siapa sebenarnya beliau dan dari jurusan mana. Tidak hanya tenang tetapi beliau juga ramah dan dikenal banyak orang. Ana melihat kebaikan dalam dirinya. Setelah sekian lama penasaran dengan sosok tersebut, ana coba untuk mendekatinya. Walaupun sebenarnya yang meminta berkenalan pertama kali adalah abang tersebut. Setelah itu hubungan kami berlanjut. Abang itu sering mengajak ana untuk sholat di mushalla dan berjamaah.

Setelah itu, kami sering menghabiskan waktu di mushalla atau tempat kos yang bernuansa Islami. Di kos itu tidak pernah terdengar lagu-lagu barat atau pun pop yang popular di Indonesia tetapi yang ana dengar adalah tilawah orang kos disana, murotal yang dihidupkan melalui mp3 dan nasyid yang bergemuruh membakar semangat juang. Sangat berbeda sekali suasananya dikos yang lain. Ana menemukan tempat yang menurut ana sangat nyaman dan belakangan ana tau kos itu dinamakan wisma. Bukan hanya bang jho saja yang membuat ana kagum tetapi juga saudara sekelas ana yang bisa dipanggil dengan sebutan “ayah”. Ya Ayah. Beliau orang yang dituakan di prodi kami. O ya, sebelumnya perkenalkan nama ana adalah Prambudi Ayuman, pend. Kimia 2010.

Baik, ceritanya ana lanjutkan kembali. Ya, saudara ana itu adalah orang yang menurut ana luar biasa. Beliau memiliki intelektual yang luar biasa mengenai Islam. Bisa dibilang ustadz juga di kelas kami. Walaupun dia tidak mau dikatakan seperti itu, Hehehe… ana sering menanyakan masalah agama kepada beliau dan beliau menjawabnya dengan lugas dan jelas. Ana benar-benar kagum dengan dia. Setelah itu ana menemukan 2 orang yang menurut ana menarik perhatian ana. Dan ana sering menghabiskan waktu ana dengan mereka. Setelah beberapa lama, sekitar sebulan datang formulir dari saudara ana (ayah) tadi yaitu formulir pendaftaran untuk menjadi AMF (angkatan muda FORSIA). Ana bertanya-tanya di dalam hati. Apa itu FORSIA???. Lalu dia mengatakan bahwa organisasi FORSIA itu adalah organisasi yang bagus dan sesuai syariat Islam. Karena ana kagum dengan ayah, ana mendaftar juga FORSIA itu walau hanya mencoba-coba saja.

Setelah beberapa lama ana sering ikut acara-acara yang diangkatkan oleh FORSIA seperti BIRU, temu AMF dan silaturahiim. Ana menikmati pertemuan-pertemuan itu karena acaranya lain daripada yang lain. Yang dahulunya ana pikir bahwa Agama Islam itu cukup hanya mengerjakan Rukun Islam dan Rukun Iman saja itu sudah cukup ternyata tidak. Islam itu sempurna dan Islam itu menyeluruh tidak hanya hubungan kepada Allah saja tetapi kepada manusia juga.. “Hablumminallah wa hablumminannas”

Ana sangat tertarik dengan ungkapan Ukhuwah Islamiyah. suatu ungkapan yang menurut ana berhasil mencuri perhatian ana. Dan saking penasarannya ana dengan istilah itu, ana menanyakan itu kepada yang lainnya dan juga senior ana yang di FORSIA juga, beliau biasanya dipanggil dengan sebutan bang Sob. Beliau menjelaskan bahwa ukhuwah itu adalah  istilah persaudaraan dalam islam.
Setelah itu ana bertemu dengan teman-teman angkatan muda FORSIA dalam agenda Rihlah. Agenda wisata Alam dengan tujuan untuk mentadabburi Alam dan mengambil pelajaran. Luar biasa sekali aura yang ana rasakan. Ana begitu sangat antusias dalam mengikuti Rihlah walaupun cuaca saat itu hujan dan kurang bersahabat. Tapi, itulah yang telah Allah gariskan. (Jika Allah tidak menginginkan suatu daun jatuh maka daun itu akan tetap pada pucuk batangnya. Allah lah yang menentukan garis segala kejadian dan peristiwa. “Kun faya kun” jadilah maka akan terjadi).

Seharian penuh ana mengikuti rangkaian acara Rihlah itu, ana sangat senang sekali karena saudara-saudara yang ikut acara itu baik-baik dan ramah semua walaupun ada juga yang usil dan jail. Tapi ana menikmatinya. pada saat itu ana mulai berfikir, mungkin seperti inilah tali ukhuwah islamiyah itu. Persaudaraan dengan sesama umat islam yang diridhoi oleh sang Khaliq, yang seperti lagunya opick “tombo hati” yaitu berkumpullah dengan orang-orang sholeh. Ana merasakan efek lagu itu pada agenda acara itu. Karena ternyata acara yang ana ikuti diwarnai juga dengan agenda islam yaitu sebuah majelis ilmu. Seperti silaturahiim merajut ukhuwah dan juga mengaji.

“Dan tidaklah orang-orang berkumpul pada salah satu dari rumah-rumah Allah Ta’ala (masjid-masjid), sedang mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketenangan kepada mereka serta diliputi oleh rahmat dan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat. Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat amal perbuatannya, maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab (keturunan)nya.” HR. Muslim.

Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian acara itu kamipun bersiap untuk pulang dan segera menuju ke rumah atau kosnya masing-masing. Sepeninggal dari acara itu ana terus terngiang-ngiang dalam fikiran ana. “Hm,, agenda yang diangkatkan FORSIA itu menarik juga ternyata. Mereka mampu membawa urusan Akhirat kedalam urusan dunia, sehingga rasanya apa yang kita lakukan tidak sia-sia”. Setelah itu ana menjalani hari-hari ana seperti biasa. Kuliah, bergaul dengan teman-teman, kumpul jurusan ataupun prodi sekali seminggu. Ana merasakan kegiatan kumpul yang ana lakukan seperti sia-sia saja. Tidak jelas apa yang mau dibahas.

Bahkan hanya mendapatkan marah-marah dari para pendahulu ataupun yang lebih tua. Benar-benar ana merasakan semua itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Ana sempat bermasalah dengan senior itu. Ana sangat takut dulunya, tapi Alhamdulillah ana selalu diingatkan oleh saudara-saudara ana yang tinggal diwisma dan juga bang jho serta bang sob. Ana diingatkan bahwa jangan takut selama kita tidak salah, Allah bersama kita. Saudara-saudara ana, mereka juga selalu mendukung ana sehingga ana tidak merasakan kesendirian dalam menghadapi masalah. Karena seseorang yang melakukan kebaikan atau menjadi lebih baik, dia harus ada teman yang mendukungnya dan bersamanya. Seperti Rasulullah yang diangkat menjadi nabi dan rasul,

 Abu Bakar lah yang percaya dan sahabat pertama yang masuk Islam. Abu bakar yang selalu membantu Rasulullah menyebar luaskan Risalah dariNya, hingga akhirnya masuklah para sahabat kepada Islam seperti Umar, Utsman dan Ali dan sahabat-sahabat lainnya yang menjadikan penyebaran islam menjadi lebih luas. Sahabat yang selalu mendukung kebaikan dan selalu menguatkan Rasulullah. sehingga dijaminlah Syurga Atas mereka,

MasyaAllah. Bisa kita lihat betapa pentingnya arti saudara. Saudara yang menerima kita baik suka maupun duka dan saudara yang selalu bersama kita, mendukung kita untuk menjadi lebih baik. Ana sungguh bersyukur mereka bersama dengan ana dan membimbing ana. Sungguh saat kejadian itu ana benar-benar yakin bahwa ana mendapatkan hidayah melalui mereka dan ana meyakini bahwa inilah jalan ana. Ana akan memperjuangkan Islam bersama mereka. Puji syukur kepada Allah SWT ana merasakan arti Ukhuwah Islamiyah itu bersama mereka.

Tahun Kedua.

Hari-hari berlalu, tahun pertama adalah saat kita dibina dan sekarang kita sudah memasuki tahap dimana juga harus bisa membina. Membina adik-adik kita, mengajak menjauhi yang mungkar dan menjalankan yang ma’ruf, memberi pengertian akan pentingnya ukhuwah, berkumpul membahas peradaban umat, ya tentu saja dalam konteks jurusan masing-masing ^_^. Berkumpul disini bisa juga disebut sharing, diskusi ataupun halaqoh. Sungguh nikmat bercengkrama membahas sesuatu yang rasanya kecil tapi jika di fikirkan lebih jauh lagi, akan terbukalah cakrawala akan kekuasaanNya.

Pernah suatu ketika kami membahas kimia. Bahasan singkat dan ringkas mengenai kehidupan kita sendri tidak lepas dari kimia. baik apa yang kita makan (karbohidrat), apa yang kita minum (H2O), apa yang kita hirup setiap harinya (O2) beserta emisinya (CO2) dan semuanya yang berkaitan dengan kehidupan, ilmu yang kita pelajari itu sendiri semuanya sudah ada dalam kitabullah. Bagaimana Allah menjelaskan asal usul besi (Fe) yang berasal dari meteorit ataupun bebatuan angkasa. Dalam Surat al-Hadiid, yang berarti “besi,” kita diberitahu:

“Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia” (Al-Qur’an, 57: 25).

Para ahli Kimia telah membuktikan bahwa besi memang berasal dari luar bumi. MasyaAllah. Jauh sebelum kita mengenal kimia atau para ahli terdahulu mengetahui ilmu eksakta ini, Allah sudah menuangkan semua pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam Alqur’an ribuan tahun yang lalu maka sepantasnyalah kita mengimani dan mempedomani Kitabullah dalam kehidupan kita sehari-hari. Saking enaknya menghabiskan waktu membahas eksakta ini, saking takjub akan kuasanya. Andaikan saja Allah tidak menjadikan Air (H2O) sebagai sumber minuman kita melainkan Peroksida (H2O2) yang bersifat racun maka musnahlah kehidupan di dunia ini. Air telah diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan, sesungguhnya itu semua terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi manusia yang mau berfikir. O ya, kenapa Ustadz-ustadz memfatwakan Rokok itu haram?? ana akan sedikit menjelaskan kepada kita bersama mengenai rokok. Rokok adalah suatu produk yang dihasilkan dari tembakau kering. Tembakau ini mengandung nikotin. Nikotin itu sendiri adalah suatu senyawa sel radikal bebas. Sel radikal bebas adalah sel yang tidak memiliki electron yang cukup. senyawa yang tidak memiliki electron yang cukup tidak akan stabil dan senyawa ini akan menarik electron lain dari senyawa lain sampai mereka stabil.

Coba renungkan dalam fikiran kita. Jika kita menghisap rokok, rokok mengandung nikotin, satu molekul nikotin bisa merusak sel-sel dalam tubuh kita yang sejatinya adalah senyawa rantai karbon panjang yang stabil. Satu nikotin saja bisa merusak banyak sel dalam tubuh kita menjadikan sel kanker, bagaimana dengan nikotin yang bisa masuk dalam tubuh manusia setiap harinya? maka bisa dipastikan tubuh yang telah melewati ambang batas terhadap nikotin akan menjadikan tubuh itu terkena kanker. Rusak sel-sel tubuh dan sel kanker ini akan menyebar ke sel-sel yang sehat sampai akhirnya semua sel dalam tubuh rusak. Jadi saudaraku merokok tidak ada gunanya sama sekali bagi kehidupan kita, hanya akan merusak diri sendiri. oke kalau kita merokok 1 buah sehari, tapi jika dilangsungkan terus menerus setiap harinya, bisa dipastikan akan berbahaya bagi kehidupan kita dikemudian hari. Jadi sejatinya hindarilah yang tidak bermanfaat bagi kita, dan lakukanlah yang mempunyai maslahat didalamnya.

 MasyaAllah, Allahu Akbar. Islam menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Setelah selesai berkumpul dengan para scientist Islam, semakin membuat ana semangat menjalani episode-episode kehidupan yang menanti di depan. Kemudian hari-hari berlalu, kegiatan seperti menjadi asisten dosen, me-tutor mahasiswa tahun 1, dan mencoba berorganisasi ana lakoni. awalnya memang sulit, waktu seperti menghimpit kita, segala pekerjaan seperti tak pernah habisnya, waktu berkumpul dengan sahabat menjadi sangat terbatas, tugas pun menghampiri setiap hari. Kocar-kacir? pasti. Kewalahan? apalagi. Tapi tentu saja, semua aktifitas ini menuntut kecermatan, management waktu,  ketelitian dan kesabaran. Semua itu menjadikan kita makin dewasa. Bandingkanlah bagi mahasiswa-mahasiswa yang sangat sibuk tidak waktu baginya bermain-main, tidak ada waktu baginya menunda-nunda. tugas diselesaikan dengan cepat, rapat dilakasanakan tepat waktu, hamper tidak ada waktu kosong untuk memikirkan perbuatan buruk atau bahkan bermaksiat. InsyaAllah kesibukan yang ana dan kita semua jalani membentengi diri terhadap hal yang sia-sia. O ya, menjadi mahasiswa tidak juga melupakan pentingnya refreshing, ana biasanya refreshing nih ke alam sekitar. contoh bisa ke pantai, ke bukit, ke pedalaman hutan, ke sungai ataupun gunung walau sebenarnya belum pernah mendaki gunung sih. hehehe  
                 
Atau kita suka mendengar lagu-lagu yang membangkitkan semangat? nah ana ada rekomendasi nih. ana biasanya sangat senang dengan lagu edcoustic tentang kehidupan, atau shotul harokah tentang semangat membara, atau maidany dengan lagu ukhuwahnya, atau bahkan maher zain. lagu-lagu dari para munsyid ini lebih bagus didengar daripada lagu-lagu band jaman sekarang karena liriknya yang santun, dan tidak merendahkan kaum pria ataupun wanita, tidak mengandung maksiat, pokoknya keren pisan euy. hehe

Pada suatu waktu, ana dan teman-teman mendapatkan cobaan yang lumayan berat, fitnah yang luar biasa. Organisasi kami dibilang sarang teroris, menyebar keburukan bahkan sampai ada yang mengatakan ada ajaran DI/TII yang menyiapkan teroris. sungguh ironis, saat kita berusaha memperbaiki perbuatan buruk, mengajak kepada kebaikan, kami dituduh teroris. Benar ungkapan ini, Islam awalnya terasing, dan nanti akan kembali terasing, beruntunglah mereka yang terasing tersebut. Dengan kesabaran kami jalani tuduhan tersebut, sampai pada akhirnya tuduhan itu tidak benar dan kami bisa membersihkan nama LDF dan dakwah ini. Semakin banyak orang baik, semakin banyak pula orang jahat yang tidak menyukai itu. Akankah kita mau menjadi orang baik yang berjalan diatas kebenaran walaupun sendiri ataukah kita mengikuti jalan yang salah, penuh kemaksiatan, kehidupan yang hedonis, walaupun bersama-sama? Tidak kah engkau tau balasan apa yang akan diberikan kepada mereka yang berbuat kebaikan? Syurga. Syurgalah balasannya. Tidak kah kita tergoda dengan kehidupan kekal yang penuh kenikmatan? ataukah kita manusia yang suka dengan kehidupan semu yang hanya sementara? sesungguhnya Hisab manusia itu sendiri-sendiri dan akan menerima apa yang telah dikerjakan selama di dunia.

Tahun Tiga

Tahun tiga menjadi tahun yang terberat. Disinilah tantangan sebenarnya ana hadapi, disaat teman-teman seangkatan sibuk mempersiapkan kuliah sebaik-baiknya, mendapatkan IP memuaskan, bekerja sampingan memenuhi kebutuhan, menjadi asisten dosen atau bahkan maaf “berpacaran”. Ana sudah harus terjun dan aktif dalam organisasi (wajihah). Seorang mahasiswa yang tidak memiliki kegiatan selain kuliah, tidak mau mengikuti organisasi adalah mahasiswa yang tidak mau berkembang. Memang bagus mahasiswa mendapatkan IP tinggi, tamat 3,5 tahun tetapi tentu lebih bagus lagi mahasiswa yang sibuk dengan aktivitas sosialnya, aktif menjadi aktivis atau organisatoris, membuat komunitas belajar, menjadi asisten dosen dan juga mendapatkan IP yang bagus adalah mahasiswa yang memiliki nilai lebih daripada mereka yang hanya kuliah. Orang-orang yang sibuk menjalani rutinitas seperti ini adalah mahasiswa yang memiliki soft skill yang baik. Dengan menyadari hal itu, ana mengikuti beberapa organisasi yang membantu ana berkembang dan mengembangkan organisasi itu. Ana aktif dalam lembaga dakwah fakultas (LDF) FMIPA UNP tepatnya FORSIA sebagai anggota dan juga di himpunan mahasiswa kimia (HIMAKI) serta Badan perwakilan Mahasiswa (BPM).

Dalam berorganisasi kita bisa melihat bermacam-macam tipe manusia, ada yang mementingkan kebersamaan, mementingkan diri sendiri, melakukan apa saja untuk kekuasaan, ambisius, hampir semua tipe ada di dalam organisasi. Pernah suatu ketika ana pernah dicalonkan menjadi pemimpin, ana awalnya menolak tetapi karena memang saudara ana mempercayai ana maka ana mencalonkan diri, ana menolak karena sejatinya amanah itu tidak kita minta tapi jika telah ditunjuk karena kepercayaan dari mereka yang percaya ana maka ana menerima pencalonan tersebut. Proses suksesi berjalan. Berkat rahmat Allah, ana tidak menjadi pemimpin di organisasi itu. Allah masih menyayangi ana. Suatu amanah akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak, akankah kita menjadi pemimpin yang bijaksana dan adil ataukah sebaliknya. Tanda Allah menyayangi hambaNya adalah dengan memberikan beban yang sesuai dengan kemampuan hambaNya. Alhamdulillah.

Tahun Empat

Tahun empat, tahun dimana amanah tidak lagi banyak seperti sebelumnya, tahun dimana kita membina adik-adik untuk menjadi penerus. Membimbing mereka, menjadikan mereka siap terjun untuk menyeru kebaikan di berbagai wajihah. Syukurlah adik-adik ana udah menjadi orang-orang yang berperan penting di wajihahnya, karena untuk bisa menyampaikan kebaikan apapun itu, kita harus menjadi pemimpin di dalamnya, sehingga apapun yang kita sampaikan akan didengar oleh saudara-saudara kita. Tidak ada niat lain memasuki wajihah kecuali amar ma’ruf, nahi munkar. Tujuan muslim jelas, yaitu menyeru kepada kebaikan, berdakwah, meluruskan yang salah, dan terus memperbaiki diri. Fastabiqul Khairaaat. (

Setelah memastikan adik-adik siap untuk ditinggalkan, ana sudah percaya adik-adik mampu melakukannya, akhirnya ana memutuskan untuk menyelesaikan tugas akhir/skripsi. Dalam penyelesaian skripsi ini, cobaan terus datang, tak ada habisnya. Dari masalah kuliah, bimbingan skripsi sampai mama yang mesti rawat inap di rumah sakit akibat sakit diabetes yang beliau derita. Sebulan, ya sebulan lebih beliau mesti di rawat dirumah sakit. kaki yang mesti dioperasi, diangkat daging kaki yang sudah membusuk bernanah, tamu yang kadang menutup hidung saking menyengat bau dari penyakit beliau. Begitu sedih hati ini melihat mama yang dicinta tidak punya semangat hidup, menangis dan bersedih terhadap tamu yang tidak tahan akan baunya. Ana berusaha meyakinkan mama untuk berjuang dan semangat menjalani hidup. Ya Allah, saat ana menghadapi ujian yang begitu berat, saudara-saudara ana yang ana kenal di jalan dakwah ini datang membawa secercah kebahagiaan, ya merekalah yang bahkan tidak sefakultas dengan ana datang, menunjukkan ukhuwah islamiyah indah. Raut wajah mama yang tadinya tidak bersemangat hidup kembali cerah kembali. syukurlah ya Allah saudara yang ana cintai karenaMu engkau hadirkan mereka dikala dukaku. Alhamdulillah.

Sebulan setelah diperbolehkan pulang, mama mesti dibawa ke rumah nenek, karena dirumah kadang tidak ada orang yang bisa menjaga. ana kadang-kadang juga mencoba ke kampus untuk memperjuangkan skripsi yang sedang ana perjuangkan. Skripsi tentang media pembelajaran yang dibuat dengan program yang bahkan baru 6 bulan lebih dipelajari, ana udah harus bisa menggunakannya. Sebulan waktu yang ana tinggalkan karena kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orangtuanya. Ana udah berfikir bahwa ana mungkin tidak akan bisa menyelesaikan skripsi ini pada semester ini. Ana udah pasrah karena ana jauh tertinggal dari teman-teman yang se-PA dengan ana. Ana juga tidak cukup berani menemui pembimbing karena sudah lama tidak memberi kabar.

 Mama, tiba-tiba menanyakan kepada ana tentang skripsi ana, bagaimana meruginya jika tidak bisa menyelesaikan skripsi yang tinggal sedikit lagi, mama mengingatkan itu semua, mama bahkan menyuruh ana untuk ke kampus pergi bimbingan meninggalkan beliau yang sedang sakit. ya Allah beliau ridha ana meninggalkan beliau yang sedang terbaring lemah di pembaringan hanya untuk harapan anaknya bisa tamat tepat waktu. Mendengar curhatan mama tersebut menyulut semangat ana untuk bisa mengejar ketertinggalan ana dan bisa seminar secepatnya. Alhamdulillah, puji Allah, ana bisa seminar dan mengerjakan penelitian pada batas waktu. Kompre pun juga pada minggu terakhir, rasanya benar-benar keberkahan yang ana rasakan, urusan ana lancar dan tidak ada gangguan yang berarti. Puji syukur Allah karena ridho Orangtualah yang membuat Allah ridho kepada HambaNya. Allah memudahkan urusan ana. Dari Abdullah Ibnu Amar al-‘Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi

Hari wisuda itupun datang, hari yang penuh suka cita, hari yang penuh harapan, hari dimana ana bisa memberikan sedikit senyuman di wajah kedua malaikat ana. Mama dan Papa. Saat pemanggilan yudisium dan penyerahan penghargaan, Alhamdulillah ana termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi dan diberikan penghargaan sebagai peringkat ke-3 terbaik di jurusan ana. Tidak hanya itu ana juga di nyatakan sebagai aktivis yang berhak mendapatkan penghargaan dari kampus yang telah membesarkan fikiran ana. Alhamdulillah. Ana bisa melihat senyum di wajah kedua malaikat ana ketika beliau dipanggil ke depan untuk mendampingi ana menerima penghargaan tersebut, ana bisa buktikan kepada orang tua ana bahwa anaknya yang sibuk berorganisasi, dan aktivitas lainnya bisa mendapatkan yang terbaik. Semua itu ana dapatkan karena Allah menjanjikannya dalam firmannya yang berbunyi:

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7). Allah telah menunjukkan kuasaNya pada hari itu. masyaAllah, Allahu Akbar. (

                        
Itulah sedikit kisah ana yang tidak bisa ana sebutkan keseluruhannya. Semoga Allah memberikan kita limpahan rahmat dan semangat dalam menjalani hari-hari ini. Semoga Ghiroh itu tetap konsisten pada jalan ini dan semoga saudara-saudaraku semua yang berada diluar sana, mendapatkan hidayah itu. Sungguh hidayah itu tidak ditunggu kehadirannya saudaraku. Hidayah itu datang bagi orang yang mau menerimanya dan mencarinya. Allah berfirman

 ”tidak akan kami ubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mau merubahnya.” 

Semoga iman yang kadang turun tidak turun lagi tapi naik dan naik. Semoga kita istiqomah dalam berbuat baik. tebarkanlah kebaikan di dunia ini.

Saudara dan adikku semua, ana berharap kita semua termasuk orang-orang yang tidak merugi. Orang-orang yang setiap harinya menjadi baik dan lebih baik lagi. Ayo, kita lihat kembali saudara kita yang mungkin telah jauh dari kita, yang mungkin tidak ada kabarnya lagi. Bisa jadi beliau membutuhkan uluran tanganmu yang ringan itu. Tangan yang sedia membantu saudaranya saat dia mengalami kesulitan. Karena ukhuwah itu tidak hanya pada saat sukanya saja, tentu saja saat dukapun kita mesti siap sedia demi saudara seiman dan se aqidah.

Saudara dan adikku semua, mari kita ingat kebaikan orang lain kepada kita, tetapi jangan ingat keburukannya. Ingatlah, tangan kiri jangan sampai tau apa yang dilakukan oleh tangan kanan. Banyaklah mendengar daripada berbicara karena Allah menciptakan 2 telinga dan 1 mulut untuk alasan tersebut. Jangan suka berdebar kusir karena debat yang tidak ada manfaatnya hanya akan mengeraskan hati manusia dan ingatlah diatas langit masih ada langit. Lihat keatas untuk jadikan motivasi dan lihatlah kebawah untuk bersyukur atas karuniaNya.

Terakhir Pesanku pada mu wahai saudaraku. Perjuangkanlah Islam, sebarkanlah kebaikannya, harumkanlah Islam dengan kebaikan yang ada pada diri dan mari sama-sama terus memperbaiki diri menjadi Muslim Sejati…
Wassalam… ^_^

Salam
Prambudi Ayuman
https://www.facebook.com/prambudi.ayuman

0 Response to "Dibalik Kesusahan ada Kemudahan ''Prambudi''"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel