Teroris Yang Di Cintai Rakyatnya.


Bermacam spekulasi hadir menghiasinya, ada yang merendahkan dan ada pkula yang bersedih karena merasa kehilangan, mengapa hal itu bisa terjadi?!


Sahabat sekalian, baru saja kita dengar Pemuda Islam Poso yang meninggal karena di tembak mati oleh SATGAS Tinombala yaitu Santoso alias Abu Wardah.

Tidak sedikit media yang dengan bangganya menyiarkan kematiannya ke seluruh media, baik elektronik maupun media cetak di Indonesia.

Sayangnya terjadi hal yang seharusnya dapat dihindarkan, terlebih di negara Indonesia yang berbineka tunggal ika dan terdiri dari beragam suku bangsa dan agama. Namun belakangan ini, kesempatan memanfaatkan moment yang negatif agaknya begitu diperjuangkan, sehingga salah satunya dalam peran media sebagai penyebar berita nasional yang di salah gunakan, tapi di sambut baik oleh orang-orang yang membeci Islam untuk membuat berita menarik yang belum tentu benar, serta menyebar luaskan hal tersebut untuk kepentingannya dan anggota, serta selanjutnya dengan mudahnya menyebut untuk kesekian kalinya bahwa ummat islam sebagai teroris. Ya Allah Ya Rabbi.

Sahabatku, ketahuilah bahwasanya pengertian terorisme adalah serangan – serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Jelas berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba, dan sudah pasti target korban jiwa dipilih acak serta seringkali merupakan bagian dari warga sipil.

Setidaknya itulah pengertian dari terorisme yang tak lain secara bahasa menjelaskan tak sekadar muslim saja yang berpotensi atau telah menjadi teroris.


Dapat dilihat di bawah ini, beginilah dokumentasi ramainya orang yang mengantarkan pemakaman seseorang yang dianggap media dan pemerintah sebagai teroris. Tampak meriah dan kumandang takbir di pekikan di iringi tahlil yang mengantar jenazah ke liang lahat. Terlihat warga Poso tatkala mengiringi pemakaman Santoso persis seperti mengiringi Ustadz Jefri ketika wafat dahulu.

Marilah kita pikirkan, “Apakah mungkin pemakaman seorang teroris diiringi dengan sambutan yang semeriah itu?

Sahabat sekalian, zaman memang sudah serba terbalik. Bukan menjadi rahasia lagi namun sudah menjadi rahasia publik, bahwa OPM di Papua sudah berulang kali melakukan aksi terorisme. Namun mereka hanya disebut sebagai gerakan bersenjata, dan bukan teroris! Pasalnya, hal tersebut dikarenakan mereka bukanlah seorang muslim. Begitulah!

Terkadang hati kecil ini berkata apa yang sedang terjadi di negeriku Indonesia ini, “Apakah ini nyata atau hanya sekedar mimpi?”

Semoga ini merupakan keresahan sesaat saja. Mudah-mudahan kita dapat merenung serta mengambil alih untuk meluruskan negeri ini, agar menjadi Indonesia yang lebih baik, salah satunya berjuang dalam mencerdasakan pemikiran-pemikiran anti islam yang menyatakan muslim teroris. Padahal tidak demikian dan bukan keseluruhan muslim seperti yang dikatakan media serta di sebarluaskan ke khalayak ramai.

Sekali lagi ini hanya keresahan semata sebagai salah satu bagian anak bangsa, tulisan ini saya ketik dengan sadar dan harapan saya bahwasanya saudaraku muslim sebangsa dan setanah air dapat segera sadar akan pentingnya sebuah pemerintahan yang jujur, adil, beradab dan bertanggungjawab. Menjunjung tinggi pada habluminallah serta habluminannas.

Pada pihak penguasa dapat saja membuat kebijakan dan dengan mudah dapat membuat kesimpulan, selanjutnya dapat memutuskan tentang berbagai hal yang dapat dilakukan di indonesia, sampai pada akhirnya memutuskan siapa yang benar dan siapa yang bersalah. Ditilik dari kebijakan teratas sebagai yang memegang kendali dan pemilik pasukan, namun harapannya masih dapat melihat, mendengar, dan memperjuangkan hak rakyat dengan bertanggungjawab. Bukan karena pangkat dan jabatan serta uang, namun karena Allah semata karena kelak semua akan di pertanggungjawabkam di hadapanNya, hanya amal yang baik yang menolong kala berpulang usia. Semoga kita semua juga dapat lebih bijak menghadapi kematian, agar semakin bertanggungjawab dan hati-hati berucap dan tindak dalam kehidupan, baik pada diri sendiri maupun keseluruhan.

Depok 24 Juli 2016 22:43 Wib

0 Response to "Teroris Yang Di Cintai Rakyatnya."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel